June 17, 2009...11:26 pm

Andai, Aku Seorang Pengusaha

Jump to Comments

Saya akan melihat apapun keadaan yang ada di Indonesia adalah sebagai peluang-peluang yang dapat dimanfaatkan. Terlebih menghadapi persaingan-persaingan bisnis yang semakin crowded dan lingkungan usaha yang tidak sekondusif yang diharapkan. Itulah tantangan seorang pengusaha, bak seorang pemimpin dengan segala kemampuan dan kreativitasnya mampu bertahan bagi dirinya dan orang-orang disekitar.

Idealnya, seorang pengusaha ialah orang yang bebas dari keterikatan dan mampu menjaga idealiasasi ekonomisnya secara terukur dan terstruktur. Tidak banyak yang dapat melakukannya, karena ini dibutuhkan nyali, instuisi dan dedikasi dalam karakternya. Wirausaha tepatnya jika diartikan.

Untuk memulai sebuah usaha, seorang pengusaha percaya harus memulainya dengan satu langkah, betapa pun besar kecilnya bisnisnya. Perhitungan ekonomi tentunya yang menjadi parameter utama, disamping perhitungan lainnya seperti sosial, hukum dan budaya setempat. Ini tidak lain, tujuan bisnis itu sendiri yang mempunyai keterikatan satu sama lain.

Untuk memilahnya, saya bagi menjadi 2 aspek, yaitu dalam dan luar. Aspek dalam meliputi kesemua yang berhubungan langsung dengan dengan operasional usaha, antara lain ; modal, tenaga kerja, bahan baku, budaya perusahaan, manajemen dan infrastruktur. Disini peranan masing-masing sangat dibutuhkan untuk kelancaran  dan tercapai keuntungan bagi perusahaan.

Secara particular seperti tenaga kerja misalnya, jumlah tenaga kerja, kapasitas produksi dan job description perusahaan haruslah seimbang sehingga menghasilkan kinerja yang efektif dan efisien. Untuk itu maka sistem pengajian, koperasi dan andil serikat buruh sangatlah diharapkan mendukung semua.

Aspek keluar, yaitu aspek-aspek yang mendukung secara tidak langsung operasional usaha. Peluang bisnis, birokrasi, lingkungan sekitar dan jaringan bisnis adalah yang termasuk didalamnya.

Sebagai pengusaha haruslah memahami seluk beluk hal diatas jika ingin memenangi kompetisi bisnisnya, serta memasukkan dalam keputusan-keputusan manajemennya.

Hambatan-hambatan usaha seperti ruwetnya birokrasi, aspek luar yang mempengaruhi mahalnya biaya produksi, persaingan competitor yang tidak sehat, pungutan liar, masalah sosial di lingkungan sekitar dan sebagainya harus ditangani dengan baik, kalau perlu memiliki SDM yang kredibel dan intregitas untuk menanganinya. Selain memiliki kualifikasi dalam aspek dalam yang disebut diatas.

Secara komprehensif, perusahaan dapat berjalan lancar dan dapat menyelesaikan masalah setiap masalah yang ada. Untuk itu  professional system-lah yang mendasarinya, bukan keluarga, patron  atau sistem yang tidak sehat lainnya. Intinya, sistem didalam akan berpengaruh dengan sikap atau manajemen perusahaan keluar.

Tentunya, saya sadar tidak sesimpel dari yang diungkap diatas. Permasalahan-permasalahan biasanya dapat muncul diluar teori-teori atau kebiasaan-kebiasaan. Bahkan bisa juga menuntut jalan keluar yang non kenvensional. Semuanya tidak bisa dijabarkan disini, apalagi ini adalah sebuah lamunan.

Pleasantville, NY

June 17, 2009

Leave a Reply