April 21, 2009...12:37 pm

Grameen, Kredit Mikro dan Usaha Kecil

Jump to Comments

Sepanjang perjalanan bus antara Boston-new york adalah sangat membosankan. Untuk menghilangkannya, saya sempatkan membaca laporan-laporan ekonomi serta menulis artikel dibawah ini.

Adalah seorang profesor ekonomi yang berkebangsaan bangladesh telah berhasil memperoleh penghargaan Nobel bidang ekonomi tahun 2004. Muhammad yunus, nama yang telah mengharumkan salah satu bangsa akan berkembang dan terlebih lagi pada jasa-jasanya yang mengangkat masyarakat usaha mikro dalam usahanya.
Dengan ide gagasan dan ketekunan implementasi usahanya, Grameen Bank mampu berkembang pesat serta menjadikan salah satu pemain penting ekonomi khususnya dalam penyaluran kredit di negara tersebut.
Salah satu diantaranya adalah grameen yang aktif terjun langsung pada mereka yang membutuhkan. Selain itu dengan persyaratan yang mudah, tanpa birokrasi dan mekanisme yang memudahkan mereka untuk menerima kredit, tentunya dengan mengindahkan akuntabilitas dan lainnya.
Hal tersebut secara langsung juga peranan geameen bank dalam menggerakkan sektor riil sangatlah besar, jika dilihat dari besaran nominal kucuran kredit tahun demi tahun. Meski dalam pemberian bunga kredit, grameen menetapkan juga relatif tinggi daripada bank-bank lokal disana maupun dengan bank di negara-negara regional, termasuk indonesia. Berdasarkan perkembangan terakhir, suku bunga kredit grameen adalah sekitar 20 persen, coba kita bandingkan dengan kisaran bunga kredit perbankan nasional antara 14-16 persen. Sebuah interval kredit yang sangat tinggi, sehingga seharusnya menjadikan peluang kita dalam recovery krisis finansial global sekarang ini. Bahkan juga banyak pengamat yang memperkirakan bunga kredit bisa lebih dari 25 persen dikarenakan krisis kepercayaan perbankan dengan dunia usaha. Begitu juga sebaliknya.
Untuk kasus grameen diatas, adalah fenomena yang menarik untuk kita ambil pelajaran dalam perbaikan sistem penyaluran kredit mikro. Apalagi jika kebijakan pemerintah yang mau concern pada rakyat, khususnya usaga-usaha kecil dan menengah.
Seperti kita ketahui jumlah mereka sangatlah dominan dalam perekonomian nasional terutama disektor informal. Ditambah lagi dengan jumlah pengangguran akibat PHK selama krisis sekarang ini, tentunya menambah semakin banyak saja yang lari mengisi sektor usaha informal. Inilah karateristik asal sektor mikro informal yang berpangkal pada pemenuhan kebutuhan keluarga sehari-hari dan bukan semata-mata untuk investasi saja.
Disinilah kita akan menjumpai bagaimana keuletan, ketangguhan dan sikap yang adaptif dalam berbagai masa ekonomi pada sektor mikro. Dus, mereka juga telah terbukti dalam ketahanannya dalam krisis ekonomi 1997.
Pemerintah seharusnya melihat ini sebagai peluang dalam memulihkan imbas krisis kali ini dengan memperbaiki kehidupan sebagian besar rakyatnya dengan kembali pada kebijakan-kebijakan pemerintah yang berpihak pada sektor ini, daripada lebih banyak membantu dan memberikan kemudahan sektor finansial nasional yang sensitif dengan krisis serta begitu juga korporasi-korporasi besar.
Sudah waktunya pemerintah menarik perhatian rakyatnya, sehingga menjadikan seperti keloyalan para nasabah kecil pada grameen.

April 20, 2009

Sent from my iPod

Leave a Reply