February 10, 2009...2:31 pm

Che

Jump to Comments

Pagi hari setelah review bahan final test, ada waktu untuk cek jadwal pertunjukan film lokal sekitar. Kebetulan waktu itu pertunjukan memutar Che, salah satu film yang ditunggu-tunggu.

Berkisah tentang perjalanan seorang revolusioner di Amerika Latin yang terkenal di kalangan anak muda kini. Ernesto Che Guevara, adalah nama lengkap sang marxist revolutionary yang menarik memang untuk dikaji perjalanan hidupnya dan penuh dengan inspiratif terutama bagi orang-orang kiri.

Masa mudanya yang penuh dengan dinamika pemikiran dan petualangan menjadikan che muda sadar akan ketidakadilan dan sampai akhirnya terelaborasi pemikiran keberpihakan, revolusi, kiri, perjuangan serta ide-ide yang ia baca dari buku dan kemiskinan sosial.

Kemampuannya untuk menggabungkan kesemuanya ia tuangkan dalam mengcounter balik kediktatoran, kapitalisme dan kekuasaan secara nyata dengan mendukung dan menggabungkan dirinya secara aktif dalam perjuangan milisi perjuangan perlawanan di Kuba, Meksiko, Argentina dan Bolivia.

Di Kuba ia bergabung dalam barisan Fidel Castro dalam guerilla untuk menentang ditator Batista sampai akhirnya berhasil mengantarkan Fidel Castro ke puncak pimpinan kekuasaan.

Kesemuanya yang menarik dalam pandangan pribadi saya selain pengabdian hidupnya dalam keberpihakan golongan lemah adalah tentang proses penyadaran Che terhadap realitas hidup masyarakat bawah yang ditindas dan menjadi korban penguasa-penguasa setempat sewaktu ia memutuskan melakukan perjalanan pengembaraan ke seluruh daratan Amerika Latin yang kesemuanya tertuang dalam The Motorcycle Diaries-nya. Disanalah cikal bakal Che sebagai sosok yang saya sebut diatas semakin terasah dengan bakat dan ketekunannya mempelajari hidup selama itu. Kesaksiannya akan kemiskinan, penindasan, ketidakadilan yang tersebar diseluruh Amerika latin dan dipengaruhi oleh pemikiran Marxist menjadikan ia menyimpulkan revolisi bersenjatalah yang bisa mengakhiri ketidakadilan sosial. Diakhir pengembaraannya ia memandang Amerika Latin bukanlah serangkain Negara bangsa yang secara terpisah-pisah, melainkan sebuah kesatuan persamaan yang menjadi modal untuk strategi pembebasan secara keseluruhan di benua Amerika.

Sebagai sosok yang lengkap, selain ia seorang sosialis dimana pola-pola pergerakan kiri lebih banyak terinpirasinya, ia adalah dokter yang dimana pengalamannya sangat membantu ketika pengembaraan maupun perjuangannya, pemikir strategi perang, penulis dan menjadi diplomat selepas keberhasilan menggulingkan kekuasaan Batista.

Terlepas dari berbagai sosok kontroversial hidup dan pemikirannya, Che memang patut menjadi tokoh inspirasi yang tepat untuk sebuah perubahan dan patriotisme bangsa. Penghargaan terhadap dirinya adalah haruslah setimpal terhadap perjuangan yang telah ia lakukan terlepas dari dendam politik maupun kekurangan-kekurangan yang ada.

Saya menjadi teringat sosok Panglima Besar (PB) Jendral Sudirman yang mengorbankan dirinya untuk kemerdekaan bangsa Indonesia dan meski sakit tidak merubah keputusannya untuk mengusir imperialisme di bumi nusantara. Che dan PB Jendral Sudirman adalah sosok dan latar belakang perjuangan yang berbeda serta memiliki banyak kesamaan yaitu patriotisme, menentang imperialisme, semangat perjuangan dan pengabdiannya. Sudah selayaknya para generasi muda Indonesia membanggakan pahlawan anak bangsa PB Jendral Sudirman selain membangga-banggakan Che sebagai tokoh inspiratifnya. Para pemuda, aktivis dan mahasiswa seharusnya menghargai juga jasa-jasa para pahlawan yang mempunyai kontribusi nyata bagi bangsa dan negara seperti kecintaan orang-orang amerika Latin akan sosok Che Guevara. Bukankah pemasangan atribut-atribut Che yang marak sebagai ikon perubahan dalam gaya hidup keseharian sama objektifnya dengan memasang atribut atau gambar para pahlawan bangsa kita? Bagaimana dengan anda?

Pleasantville, NY

Leave a Reply