Pernahkah anda berpikir betapa pentingnya waktu yang kita lalui selama ini. Bagi kita yang padat acara, kesibukan kita kadang sering kali menyita sebagian besar waktu kita sehari-hari tanpa terasa. Hitungan jam, hari, minggu, tahun kita lewati ditengah kesibukan kita sangat cepat, yang ada hanyalah target, tujuan dan hasil kerja kita. Malah ada yang mengeluh waktu 24 jam setiap hari tidaklah cukup untuk semua aktivitasnya setiap hari. Mestinya waktu sehari berjalan selama 30 jam atau lebih, baru mencukupi untuk semua. Unik bukan?
Sebaliknya bagi kita yang nyantai alias tidak banyak yang dikerjakan, banyak waktu luang yang kita lewatkan tanpa melakukan apa-apa dan kita biarkan berjalan begitu saja tanpa pruduktivitas apapun. Waktu yang kita rasakan mungkin akan berjalan sangat lambat dan lama. Pada masa-masa ini keluhan kita berbeda dengan sebelumnya diatas. Apalagi kita banyak menganggur dan menantikan sesuatu dikemudian hari tentu kita berharap waktu haruslah dipangkas tidak 24 jam sehari, melainkan 20 jam sehari atau kurang. Lebih unik bukan?
Perbedaan dua kasus diatas yang saling menegasikan adalah keniscayaan dalam masyarakat. Dus, sebenarnya waktu tidak akan pernah berubah dan akan jalan terus sesuai dengan hukum alam. Kemudian bagaimana dengan penyelesaian kasus diatas? Solusinya adalah kembali kepada subjek dalam memandang dan mengelola waktu itu sendiri. Lebih positifnya manusia akan lebih berharga jika memiliki produktivitas dan itu berarti kita harus melakukan sesuatu yang menghabiskan waktu.
Apakah orang yang sibuk lebih baik dari pada yang menganggur? Secara umum biasanya iya akan tetapi jikalau menelisik lebih jauh tidak semua orang sibuk itu positif bahkan mungkin malah sebaliknya. Karakteristik orang sibuk ada beberapa kriteria yaitu orang sibuk yang tidak tahu kesibukannya itu sendiri atau sekedar menyibukkan diri, orang yang terjebak rutinitas dan aktivitas nya tida lain hanyalah bersifat pengulangan setiap harinya tanpa ada target tertentu, orang yang sibuk memang karena banyak hal yang harus dikerjakan dari rencana-rencana yang telah dibuatnya. Tipe orang kesatu dan kedua adalah orang seolah-olah sibuk tapi minim dengan produktivitas. Berbeda dengan tipe orang yang ketiga yang memang mempunyai landasan dan tujuan akan aktivitasnya dan tipe inilah yang terbaik. Anda termasuk yang bagaimana?
Waktu memiliki kekuatan yang berbeda-beda dalam setiap orang. Waktu dapat menjadi kekuatan yang kuat dan cepat jika dapat mengantarkan seseorang dalam kesuksesan dalam begitu cepat. Waktu dapat pula memiliki kekuatan yang lambat, sedang-sedang saja bahkan ada yang malah menurun. Kesemua tidak lepas dari orientasi dan manajemen terhadap waktu itu sendiri yang dilakukan seseorang. Berikut penulis berikan contoh fiksi dimana kita dapat melihat bagaimana waktu itu sangat berharga untuk sebuah aktivitas.
Adi dan Dino adalah dua mahasiswa sebuah universitas ternama di Indonesia yang kebetulan memiliki banyak kesamaan yaitu jurusan, angkatan, berangkat dari ekonomi yang sama dan sama-sama ingin lulus dalam waktu 4 tahun. Adi adalah tipe mahasiswa umumnya yaitu hanya mempunyai aktivitas yang kuliah, mengerjakan paper, perpustakan dan istirahat di kos-kosan. Berbeda dengan Dino yang lebih aktif, disamping kuliah ia juga aktif dalam organisasi, dan kerja part time di hari weekend. Dino dalam aktivitasnya memang lebih banyak mengefektifkan waktunya dengan memotong sana-sini dan pula menggabungkan aktivitas satu sama lain. Misalnya; Dino pergi ke perpustakaan hanya untuk meminjam buku dan langsung menuju tempat organisasinya. Disana ia sambil menunggu rapat sambil membaca buku dan mungkin mengerjakan tugas-tugas ringan dari kuliah. Setelah acara organisasi selesai ia langsung pulang menyelesaikan tugas-tugasnya yang telah dipersiapkan sebelumnya. Manajemen waktu doni dilakukan dengan konsisten dan tidak ada kamus “ditunda” dalam mengerjakan tugas, karena mendekati weekend ia harus bekerja part time. Telat sedikit atau malas sedikit ia akan menerima akibatnya, amburadulnya tugas, kuliah, organisasi dan kerja. Pada akhir 4 tahun adi dan dino terdapat perbedaan hasil yang mencolok. Adi lulus dengan nilai maksimal dan hanya memperoleh ijazah kelulusan. Dino lebih banyak lagi, selain mendapat ijazah kelulusan meski dengan nilai rata-rata, ia juga sudah terbiasa mandiri dan mempunyai pengalaman kerja, uang tabungan yang cukup, pengalaman organisasi yang menjadikan ia mempunyai banyak jaringan dan setelah lulus ia tidak harus sibuk mencari kerja karena kesibukannya sudah mulai memetik hasil membawanya kepada tingkat yang lebih tinggi. Apalagi ia sudah mendapat tawaran ditempat bekerjanya yang dulu dengan karir yang lebih tinggi dan pula berkesempatan melanjutkan sekolah S2 dengan beasiswa. Tinggal pilih mana suka.
Dari cerita diatas, Adi dan Dino memang berangkat dari hal yang kebetulan sama pula, akan tetapi satu sama lain memiliki hasil yang berbeda. Adi memang selama tahun-tahun tersebut dilalui dengan biasa-biasa saja. Sedangkan Dino berusaha ekstra keras tanpa ada rasa mengeluh ataupun putus asa membagi waktunya dengan baik.
Begitu juga dengan anda yang memiliki aktivitas berbeda tentunya dengan cerita diatas. Bagaimana jika kita merenung sejenak, mencari celah waktu kita untuk dimanfaatkan dengan hal yang berguna. Tidak perlu banyak ataupun memakan waktu yang lama. Aktivitas itu haruslah kontinu dan konsisten serta sifatnya subsitusi, tidak mengambil alih aktivitas inti kita. Ini tidak berarti juga anda masih dalam tahap sekolah dapat meniru seperti halnya Dino lakukan. Jika anda sudah bekerja dan apapun profesi anda dapat juga memanfaatkan waktu luang anda atau mendesain ulang jadwal keseharian dengan menambah aktivitas baru anda.
Lakukanlah dalam beberapa waktu tertentu kemudian analisa benarkah anda dapat melakukan sesuatu yang berguna disamping rutinitas anda? Jika iya berarti anda telah memanfaatkan the power of time dengan baik. Jangan cepat puas dengan hasil tambahan anda. Ada baiknya menambah kapasitasnya dan dalam proses nantinya anda tidak akan tersiksa lagi dengan padatnya aktivitas anda karena sudah menjadi kebiasaan anda yaitu kebiasaan yang padat aktivitas dan produktivitas yang tinggi. Pada akhirnya tak terasa dampak positif akan kembali pada kita pula serta menunjang untuk lebih maju dan membantu perkembangan kita. Penulis sendiri selalu berusaha menyisihkan waktunya untuk ngeblog. Bagaimana dengan anda?
Mohegan lake.NY. 20 January 2009.