Sebulan lamanya kita berpuasa ramadhan, tidak boleh makan minum sebelum matahari terbenam, menahan hawa nafsu sebaik mungkin sebagai latihan kontrol diri selama bulan ini, memperbanyak ibadah sangat dianjurkan adalah tipikal semua yang kita lakukan biasanya di bulan penuh rahmah.
Kini lebaran telah tiba. Umat muslim diseluruh dunia memperingatinya dengan berbagai caranya masing-masing. Dengan suasana gembira dan penuh kekeluargaan perayaan hari raya menjadi lebih semarak dimana-mana. Lebaran, lebih dikenal Id’l Fitr (hari raya idul fitri) mempunyai pengertian yaitu perayaan hari kemenangan atau kembali ke fitrah manusia yang bersih. Disini perayaan terhadap kemenangan atas diri sendiri dalam menahan hawa nafsu selama puasa dan lebih banyak menghadapkan diri kepada Yang Maha Kuasa, sehingga di hari lebaran menjadi manusia yang bersih, kembali kepada asal manusia. Begitulah filosofi singkatnya.
Awal lebaran ditandai dengan gema takbir yang dikumandangkan disegala penjuru selama hari-hari itu. Biasanya kalau di Indonesia, kita melakukannya selama seminggu kemudian merayakan dengan ketupat dan segala lauk pauknya. Dulu diwaktu kecil, penulis yang masih hidup dilingkungan pedesaan, selalu ikut gema takbir (takbiran) dengan teman-teman sekampung dengan membawa obor dan alat musik tradisional seperti kentongan dan bedug bersama-sama mengelilingi area sekitar sampai larut malam. Setelah itu diteruskan bersih-bersih masjid untuk persiapan shalat Ied pagi harinya sambil mengumandangkan takbir hingga subuh. Momen-momen yang tak terlupakan dan selalu teringat ketika menjelang lebaran.
Hari ini memang adalah hari yang bahagia sejatinya. Kita secara sosial dapat bertemu dengan sanak keluarga yang selama setahun terpisah karena kesibukan kita masing-masing. Becengkerama, bercerita, bersenda gurau dengan saudara-saudara kita. Selain itu hari ini adalah momen yang sangat tepat untuk bersilaturahmi dan saling memaafkan kepada siapa saja yang hidup diantara kita. Mungkin disengaja maupun tidak, tingkah laku keseharian kita sebelumnya menyakiti orang lain dan kita belum meminta maaf karenanya, di lebaran sambil merayakannya kita saling membuka hati untuk menerima dan melebur kesalahan satu sama lain. Begitu indah agama Islam atas ajaran dan tuntunanNYA. Puasa menjadikan kita pribadi yang suci, taat, berserah diri dan dapat menahan nafsu dari berbagai godaan. Selepasnya kita dituntun untuk saling membuka, mengakui dan menerima orang lain dengan keikhlasan dan kebahagiaan di hari raya Idul fitri.
Untuk melengkapi tuntunan agama, dalam rukun islam kita mengenal zakat dengan berbagai variannya. Selama bulan ramadhan sampai menjelang lebaran yaitu menunaikan shalat ied, kita sebagai umat islam diwajibkan untuk mengeluarkan zakat fitrah. Zakat ini akan disalurkan kepada pihak-pihak penerima zakat yang telah diatur.
Bagi fakir miskin adalah yang termasuk dalam kriteria penerima zakat, diharapkan dapat ikut merayakan idul fitri dengan berbagi kebahagiaan satu sama lain.
Begitulah nuansa sekitar bulan 1 shawal (Id’l Fitri) dilakukan umat muslim dengan penuh keceriaan dan kegembiraan.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H, mohon maaf lahir dan batin.
October 1, 2008, Mohegan Lake, NY.
2 Comments
October 4, 2008 at 8:06 am
Halu agung
Salam knaL Yah..
October 15, 2008 at 1:19 pm
Muleh….Muleeeeehhhh…..