July 14, 2008...3:22 pm

Makna Sebuah Persahabatan

Jump to Comments

Beberapa waktu lalu, penulis mendapat telepon dari beberapa teman yang kebetulan mereka sudah bersatu terlebih dahulu di salah satu tempat pusat keramaian di kota New York yaitu dikawasan 42nd Street. Di tempat ini penulis melihat tidak ada kata malam maupun siang sama saja. Keramaian turis-turis dari berbagai penjuru menikmati gempitanya kota bercampur dengan orang-orang lokal yang kebetulan bekerja dikawasan ini menjadi pemandangan crowded setiap hari setiap saat. Inilah kota New York, kota hiburan, kota bisnis, kota budaya dan kota megapolitan.

Dengan keadaan lelah sehabis bekerja, penulis akhirnya mengiyakan untuk menemui mereka sekitar lebih dari jam 1 malam, dengan konsekwensi malam itu tidak akan pulang rumah, menginap di hotel bersama mereka, begadang lagi serta paginya kembali dengan rutinitas biasanya lagi. Tetapi pertimbangan tersebut penulis lihat hanyalah contemporary condition saja dan jika dibandingkan dengan kedekatan mereka, makna keberadaan mereka, arti sebuah terekatnya persahabatan selama ini maka kadang tidak menghiraukan keadaan diri acap kali terjadi dilingkungan kita. Apalagi ditambah dengan sama-sama jiwa muda dan suka dengan kegiatan eksplorasi jadi klop semua.

Rasa ngantuk tidak yang tak tertahan sebelumnya tertutupi dengan rasa exiticing bila bertemu mereka yang sudah relatif lama tidak kumpul bareng karena kesibukan kita masing-masing. Mereka Andi, Maya, Audia adalah teman-teman yang kumpul waktu itu. Andi tinggal di Boston, Maya tinggal di New Jersey, Audia untuk sementara tinggal di Long Island, New York City, sedang penulis sendiri tinggal di Pleasantville, NY. Acara late night tersebut tidaklah banyak dan akhirnya pada acara “ritual biasa”nya yaitu makan-makan. Sayang, mayoritas rumah makan sudah tutup diwaktu itu, hanya beberapa saja yang masih buka. Mau tidak mau kita di hadapkan dengan pilihan yang terbatas.

Persahabatan di masa muda memang kadang terkesan gila dan bahagia. Prosesnya dengan waktu akan mendekatkan kita satu sama lain dalam satu tempat dan keadaan sama, menjadikan kita saling mengerti satu sama lain serta saling mengisi dengan cerita dan pengalaman bersama mereka. Persahabatan memang kadang butuh pengorbanan, dimana akan membawa kita pada sebuah arti pengorbanan itu sendiri pada diri kita. Kadang pertimbangan yang rasional tidak ada apa-apanya dengan pertimbangan perasaan dalam bentuk solidaritas. Tidak heran jika orang-orang tua selalu memperingatkan hati-hati dalam memilih pergaulan, karena pergaulan akan berpengaruh besar pada perkembangan diri kita. Seperti jika anda dekat dengan penjual minyak wangi, maka anda akan wangi juga.

Kita tidak tahu nanti garis hidup akan kemana setelah lima, sepuluh, dua puluh tahun lagi dari kita masing-masing. Tentunya sudah berbeda dengan keadaaan sekarang ini. Biasanya hal ini berkorelasi dengan kemampuan pengembangan diri kita, usaha-usaha yang kita kerjakan sebelumnya, cita-cita dan nasib individu. Yang pasti kita telah menorehkan bersama rasa kekeluargaan, kebersamaan dan penghormatan kita dalam bingkai persahabatan abadi di saat jauh dari keberadaan keluarga dan teman-teman yang lain di tanah air. Sesuatu yang menarik untuk bahan cerita untuk anak cucu kita bukan?

Pleasantville, NY. 14 Juli 2008.

2 Comments

  • Wah kayaknya asyik main-main bareng gitu. Kok bisa kenal orang Indo dari berbagai kota darimana? Saya udah 1,5 tahun di sini gak ada yang kenal selain orang Indo yang di kota tempat tinggalku hehe.. kuper ya aku hehe..

  • Hmm maklumlah suka keluyuran ..hahaha
    saya dulu tinggal di boston kemudian pindah ke NY.


Leave a Reply