
Sungguh nikmat pada waktu pagi hari, seusai membersihkan diri menikmati kopi panas sembari memulai beraktifitas. Mata ngantuk menjadi hilang dan semangat bertambah. Inilah salah satu keseharian penulis yang berlanjut hingga kini.
Kopi merupakan minuman yang popular di berbagai tempat seluruh dunia. Kemana saja anda pergi, hampir dipastikan anda menemukan kopi bagian dari minuman daerah yang disinggahi. Entah bagaimana sejarah kopi ditemukan, entah bagaimana kopi bisa menyebar kesemua tempat, entah mulai kapan bisa menjadi bagian dari budaya suatu tempat, kekuatan kopi bisa memasuki kehidupan masyarakat tidak bisa diremehkan. Tak peduli orang kaya atau miskin, orang jawa atau orang cina, rusia belanda, amerika tentu menyukainya kecuali memang tidak suka atau mengalami gangguan ketika meminumnya.
Suatu hal yang sangat brillian ketika Howard Schultz mengkomersialkan Starbucks Coffe (anda pasti mengenal franchise kedai kopi yang berpusat di Seattle,WA, Amerika ini) padahal pohon kopi biasanya didataran tropis. Keberhasilannya kini diikuti banyak franchise-franchise yang menambah minuman kopi di menunya. Di Amerika bisnis jualan kopi semakin seru, sehingga Starbucks Coffe harus melakukan promosi-promosi dan banting harga ketika pasarnya mulai tergerus oleh pemain-pemain minuman kopi baru beberapa waktu lalu. Kopi secara tidak langsung menjadi demam orang-orang amerika, meski sebenarnya memang sudah popular dari dulu. Sekarang ketika anda ke Dunkin Donuts, Mc Donald, Wendy’s, Burger King, gas station-gas station dan berbagai tempat lainnya di sini (USA) begitu mudah untuk mendapat secangkir kopi. Begitu dahsyatnya kompetisi usaha dibidang ini, sehingga memaksa penjual berkreasi dalam produk-produk berbahan dasar kopi dan menuguhkan citra rasa tersendiri dibanding competitor lainnya. Itulah sekilas tentang bisnis kopi.
Lalu apa hubungannya kopi dengan penulis? Penulis adalah konsumen dan penikmat kopi pada umumnya bukan termasuk addicted. Bermula sejak kurang lebih 2 1/2 tahun lalu, ketika penulis sering “mengunjungi” Hong Kong tepatnya didaerah Sai Wan Ho, disana sering ditawarin minum kopi, sehingga keterusan sampai sekarang. Kebetulan teman penulis tersebut coffe addicted, jadi mendapat dukungan penuh dari dia ketika meminum kopi. Sampai akhirnya beberapa waktu tertentu, tak terasa penulis telah menjajal berbagai tempat kopi di amerika.
Minuman kopi dimana yang paling berkesan selama ini? Pernah suatu ketika penulis mempunyai kesempatan singgah beberapa waktu di daerah Philadelphia, PA,USA mencoba kopi di convenience store dan gas station sebutlah Wawa namanya. Wawa memiliki kopi yang begitu smooth dan khas, sehingga memiliki rasa tersendiri dibanding yang lain. Tetapi sayang keberadaan Wawa setelah penulis cek di internet terbanyak di daerah Philadelphia dan lembah Delaware, hanya meliputi Negara bagian Pennsylvania, New Jersey, Delaware, Maryland dan Virginia. Maklum Wawa bukanlah perusahaan go public, jadi hanya sebuah perusahan pribadi yang didirikan Grahame Wood di Folsom Pennsylvania pada tahun 1964.

Pilihan kedua adalah kopinya Dunkin Donuts. Kopi ini dipilih karena simpel penyajiannya (jadi gampang pesannya) dan mudah didapat karena franchisenya tersebar dimana-mana. Mengenai rasa tidak kalahlah dengan yang lain.
Lho, bagaimana dengan Starbuck Coffe? Penulis kurang meminatinya, karena produk kopi regulernya terlalu kuat rasanya apalagi kita diharuskan meng-customize sendiri selera campuran kopinya. Tetapi Starbucks Coffe asyik juga buat nongkrong sambil browsing internet dengan notebook atau sekedar ngobrol-ngobrol dengan teman-teman.
Kopi plus krim plus gula, resep favorit penulis, disertai dengan perasa hazelnut bertambah nikmat penyajiannya bareng sama croissant atau bagel atau roti. Untuk semua itu telah tersedia bahan-bahan tersebut, sehingga tanpa susah-susah membuatnya di pagi hari. Bagaimana dengan kopi favorit anda?
12.30 am, May 07 2008
Pleasantville, NY